Billiards

More than hobbies.

Predator

My Equipment.

Predator Chalk

My Cue Chalk.

Predator Ikon Cue

My Cue Stick.

Sabtu, 04 Januari 2014

Enkrips Data

Kali ini akan dijelaskan cara penggunaan Aplikasi Pengaman Dokumen (Apendo Peserta) bagiRekanan/Peserta lelang beserta cara untuk mengupload dokumen ke situsLPSE.

Sebagai catatan, bahwa cara yang akan dijelaskan dibawah ini Anda sudah "mendaftar untuk mengikuti paket" yang dilelang dan sudah "mengupload kualifikasi" yang disyaratkan oleh peserta.

Aplikasi Pengamanan Dokumen (Apendo Peserta) untuk Peserta lelang pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Apendo Peserta digunakan untuk menyandi file-file penawaran yang dibuat oleh peserta lelang LPSE sebelum diupload/dikirim ke server LPSE. Apendo Peserta diberikan kepada semua peserta lelang yang telah terdaftar secara sah pada LPSE.

1. Jalankan ApendoPeserta.exe. Kemudian akan muncul tampilan (form login) seperti terlihat pada gambar di bawah ini.



2. Pada form login tersebut, masukanlah User ID dan Password. Jika Anda menjalankan Apendo Peserta untuk yang pertama kalinya, maka gunakan "User ID dan Password default" untuk mengaksesnya. User ID default adalah lpselkpp dan Password default adalah rekananlpse. Selanjutnya klik tombol Login.



3. Setelah berhasil Login, klik tombol Setting. Apabila anda belum pernah mengisikan Identitas Digital Anda ke dalam Apendo Peserta, maka akan muncul kotak dialog Setting. Lalu klik tab Profil Perusahaan seperti gambar dibawah.



4. Pada gambar diatas Anda diminta untuk memasukkan Identitas Digital. untuk mendapatkan Identitas Digital, masuklah ke websiteLPSE melalui form Login yang tersedia pada website tersebut.
Setelah berhasil Login ke LPSE, pada pojok kiri atas tampilan halaman website LPSE terdapat Identitas Digital Anda. Copy-lah Identitas Digital Anda tersebut.



5. Lalu kembali pada Apendo, masukkan/paste-kan Identitas Digitalyang telah Anda copy dari website LPSE. Perhatikan gambar di bawah ini.



6. Selanjutnya klik tombol Apply, maka akan tampil informasi Perusahaan Anda dan konfirmasi apakah peserta lelang menyetujuiIdentitas Digital yang sudah dimasukkan. Apabila Anda setuju, klik tombol Yes kemudian klik tombol OK.



7. Untuk memilih file yang akan dienkripsi. klik tombol Pilih File.



8. Akan muncul kotak dilog Open. Lalu pilih file yang akan dienkripsi. Selanjutnya Klik tombol Open.

Penting! Aplikasi ini sudah memiliki fasilitas mengkompresi / memperkecil file, jadi file penawaran Anda tidak perlu dikompresi/diperkecil terlebih dahulu dengan aplikasi seperti RAR, ZIP, dan sebagainya.



9. File yang dipilih akan muncul di Daftar File aplikasi Apendo Peserta.



10. Jika ingin menambah file yang akan dienkripsi, klik tombolTambah File, dan lakukan seperti pada langkah 7 - 9 diatas.



11. Dan jika ingin menghapus file yang terpilih, klik tombol Hapus File.



12. Akan muncul Konfirmasi untuk meyakinkan Anda bahwa file yang dipilih benar. jika Anda yakin untuk menghapusnya klik tombolOK, dan jika ingin membatalkan penghapusan file klik tombolCancel.



13. Untuk memulai Enkripsi File, klik tombol Enkripsi Data. Lalu Aplikasi akan meminta Kunci Publik.



14. Copy Kunci Publik Dokumen dari website LPSE dengan mengklik tombol Copy.



15. Kembali pada Apendo, masukkan/pastekan Kunci Publik, lalu klik OK.



16. Sebelum proses enkripsi berjalan, akan ditampilkan pesanDisclamer yang menjelaskan bahwa Kunci Publik tersebut digunakan pada ID Lelang, Nama Paket, dan Jenis Dokumen yang akan diikuti.

Penting! Pastikan Anda memasukkan Kunci Publik dengan benar agar file dapat dienkripsi. Hal ini perlu dilakukan karena kesalahan Kunci Publik dapat menyebabkan kerusakan file yang dienkripsi sehingga file tidak dapat dibuka oleh panitia dan akan merugikan peserta lelang sendiri.

Klik Setuju untuk melanjutkan proses enkripsi.



17. Proses enkripsi yang sedang berjalan.



18. Setelah proses enkripsi selesai, muncul Nilai Hash yang disimpan dalam file tersendiri. Simpan file nilai hash ini untuk mencocokkan dengan hasil upload file di website LPSE.

Perhatian! Apabila Nilai Hash hasil upload berbeda dengan nilai hash hasil enkripsi, berarti file yang diupload mengalami kerusakan ketika proses upload terjadi melalui internet. Jika terjadi demikian, hendaknya Anda mengulangi proses upload file kembali dan pastikan Nilai Hash keduanya adalah "sama".



19. Untuk melihat file hasil enkripsi, klik tombol Buka Folder.



20. Pada folder tersebut, ditampilkan file hasil enkripsi dengan ekstensi ".rhs" dan file berisi nilai hash dengan nama belakang file "_MD5".
File yang berekstensi ".rhs" tersebut yang akan Anda upload ke situs LPSE.



21. Untuk mengupload file, klik Browse, lalu pilih file yang sudah di enkripsi tadi (dalam hal ini file .rhs). Klik Open. Kemudian Klik tombol Kirim



22. Setelah file terkirim akan muncul konfirmasi seperti gambar dibawah ini.



Penting! Perhatikan apakah Nilai Hash yang terdapat pada gambar diatas sudah sama dengan Nilai Hash pada file md5 hasil enkripsi (Point 18).

Klik Setuju apabila informasinya sudah benar.

23. Apabila ternyata ada kesalahan, ulangi langkah 21 dan apabila ada perubahan data, ulangi Langkah 7

Catatan: Data yang di upload lebih awal akan ditimpa dengan data yang di upload terakhir. 

Cara Enkripsi Data dan Upload Dokumen Penawaran

Kali ini akan dijelaskan cara penggunaan Aplikasi Pengaman Dokumen (Apendo Peserta) bagiRekanan/Peserta lelang beserta cara untuk mengupload dokumen ke situsLPSE.

Sebagai catatan, bahwa cara yang akan dijelaskan dibawah ini Anda sudah "mendaftar untuk mengikuti paket" yang dilelang dan sudah "mengupload kualifikasi" yang disyaratkan oleh peserta.

Aplikasi Pengamanan Dokumen (Apendo Peserta) untuk Peserta lelang pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Apendo Peserta digunakan untuk menyandi file-file penawaran yang dibuat oleh peserta lelang LPSE sebelum diupload/dikirim ke server LPSE. Apendo Peserta diberikan kepada semua peserta lelang yang telah terdaftar secara sah pada LPSE.

1. Jalankan ApendoPeserta.exe. Kemudian akan muncul tampilan (form login) seperti terlihat pada gambar di bawah ini.



2. Pada form login tersebut, masukanlah User ID dan Password. Jika Anda menjalankan Apendo Peserta untuk yang pertama kalinya, maka gunakan "User ID dan Password default" untuk mengaksesnya. User ID default adalah lpselkpp dan Password default adalah rekananlpse. Selanjutnya klik tombol Login.



3. Setelah berhasil Login, klik tombol Setting. Apabila anda belum pernah mengisikan Identitas Digital Anda ke dalam Apendo Peserta, maka akan muncul kotak dialog Setting. Lalu klik tab Profil Perusahaan seperti gambar dibawah.



4. Pada gambar diatas Anda diminta untuk memasukkan Identitas Digital. untuk mendapatkan Identitas Digital, masuklah ke websiteLPSE melalui form Login yang tersedia pada website tersebut.
Setelah berhasil Login ke LPSE, pada pojok kiri atas tampilan halaman website LPSE terdapat Identitas Digital Anda. Copy-lah Identitas Digital Anda tersebut.



5. Lalu kembali pada Apendo, masukkan/paste-kan Identitas Digitalyang telah Anda copy dari website LPSE. Perhatikan gambar di bawah ini.



6. Selanjutnya klik tombol Apply, maka akan tampil informasi Perusahaan Anda dan konfirmasi apakah peserta lelang menyetujuiIdentitas Digital yang sudah dimasukkan. Apabila Anda setuju, klik tombol Yes kemudian klik tombol OK.



7. Untuk memilih file yang akan dienkripsi. klik tombol Pilih File.



8. Akan muncul kotak dilog Open. Lalu pilih file yang akan dienkripsi. Selanjutnya Klik tombol Open.

Penting! Aplikasi ini sudah memiliki fasilitas mengkompresi / memperkecil file, jadi file penawaran Anda tidak perlu dikompresi/diperkecil terlebih dahulu dengan aplikasi seperti RAR, ZIP, dan sebagainya.



9. File yang dipilih akan muncul di Daftar File aplikasi Apendo Peserta.



10. Jika ingin menambah file yang akan dienkripsi, klik tombolTambah File, dan lakukan seperti pada langkah 7 - 9 diatas.



11. Dan jika ingin menghapus file yang terpilih, klik tombol Hapus File.



12. Akan muncul Konfirmasi untuk meyakinkan Anda bahwa file yang dipilih benar. jika Anda yakin untuk menghapusnya klik tombolOK, dan jika ingin membatalkan penghapusan file klik tombolCancel.



13. Untuk memulai Enkripsi File, klik tombol Enkripsi Data. Lalu Aplikasi akan meminta Kunci Publik.



14. Copy Kunci Publik Dokumen dari website LPSE dengan mengklik tombol Copy.



15. Kembali pada Apendo, masukkan/pastekan Kunci Publik, lalu klik OK.



16. Sebelum proses enkripsi berjalan, akan ditampilkan pesanDisclamer yang menjelaskan bahwa Kunci Publik tersebut digunakan pada ID Lelang, Nama Paket, dan Jenis Dokumen yang akan diikuti.

Penting! Pastikan Anda memasukkan Kunci Publik dengan benar agar file dapat dienkripsi. Hal ini perlu dilakukan karena kesalahan Kunci Publik dapat menyebabkan kerusakan file yang dienkripsi sehingga file tidak dapat dibuka oleh panitia dan akan merugikan peserta lelang sendiri.

Klik Setuju untuk melanjutkan proses enkripsi.



17. Proses enkripsi yang sedang berjalan.



18. Setelah proses enkripsi selesai, muncul Nilai Hash yang disimpan dalam file tersendiri. Simpan file nilai hash ini untuk mencocokkan dengan hasil upload file di website LPSE.

Perhatian! Apabila Nilai Hash hasil upload berbeda dengan nilai hash hasil enkripsi, berarti file yang diupload mengalami kerusakan ketika proses upload terjadi melalui internet. Jika terjadi demikian, hendaknya Anda mengulangi proses upload file kembali dan pastikan Nilai Hash keduanya adalah "sama".



19. Untuk melihat file hasil enkripsi, klik tombol Buka Folder.



20. Pada folder tersebut, ditampilkan file hasil enkripsi dengan ekstensi ".rhs" dan file berisi nilai hash dengan nama belakang file "_MD5".
File yang berekstensi ".rhs" tersebut yang akan Anda upload ke situs LPSE.



21. Untuk mengupload file, klik Browse, lalu pilih file yang sudah di enkripsi tadi (dalam hal ini file .rhs). Klik Open. Kemudian Klik tombol Kirim



22. Setelah file terkirim akan muncul konfirmasi seperti gambar dibawah ini.



Penting! Perhatikan apakah Nilai Hash yang terdapat pada gambar diatas sudah sama dengan Nilai Hash pada file md5 hasil enkripsi (Point 18).

Klik Setuju apabila informasinya sudah benar.

23. Apabila ternyata ada kesalahan, ulangi langkah 21 dan apabila ada perubahan data, ulangi Langkah 7

Catatan: Data yang di upload lebih awal akan ditimpa dengan data yang di upload terakhir. 

Apendo

Download Aplikasi Pengaman Dokumen (Apendo) Rekanan ver. 2.2

Download | Mirror 1 | Mirror 2 | Mirror 3

Md5sum : 601582b081f77300e9441f1196e9075d


Download Aplikasi Pembuka Dokumen (Apendo) Panitia ver. 2.2

Download | Mirror 1 | Mirror 2 | Mirror 3

Md5sum : b2a2e657379538db3f2698443bea3cc2

Sabtu, 28 Desember 2013

Bloging di Blogspot menggunakan Domain Sendiri

Bagi teman-teman yang sudah memiliki blog di blogspot, tentunya penggunaan nama domain sendiri akan memberikan nilai lebih bagi blog teman-teman. Dibandingkan blog yang beralamat di *.blogspot.com, tentunya alamat nama domain sendiri lebih bagus, misalnya www.persepar.com.

Biaya yang dibutuhkan hanya untuk pendaftaran nama domain, dimana sudah sangat terjangkau.

Cara pengaturannya juga sangat mudah, yaitu sebagai berikut:

A. Pengaturan Di Blogspot
  1. Login ke Blogspot. Apabila belum memiliki blog di Blogspot, silahkan membuatnya terlebih dahulu.
  2. Pilih menu pengaturan, lalu klik “Setelan“.
  3. Kemudian klik “Tambahkan domain khusus“.
  4. Masukkan nama domain Anda, dan pastikan dengan menggunakan “www“. Lalu klik “Simpan“.
  5. Kemudian akan muncul pesan error. Tidak perlu kuatir, karena pesan error tersebut diperlukan untuk pengaturan selanjutnya.
B. Pengaturan di Cloudns

Langkah berikutnya adalah melakukan pengaturan pada DNS Hosting.
  1. Pada artikel kali ini akan dipergunakan DNS Hosting Gratis dari Cloudns. Penggunaan DNS Hosting lainnya silahkan disesuaikan. Pertama-tama adalah login di Cloudns. Jika belum memiliki account pada Cloudns maka silahkan membuat account terlebih dahulu.
  2. Tambahkan nama domain (website) ke sistem Cloudns. Apabila sudah ditambahkan sebelumnya, silahkan klik pada nama domainnya.
  3. Lalu klik “Add new record“.
  4. Kemudian isikan:
  • “Type“: “Web Redirect”
  • “Host“: Kosongkan
  • “Points to“: Isi nama domain menggunakan format lengkap dan dengan www, dalam contoh ini adalah http://www.persepar.com
  • Isian lainnya silahkan menggunakan pengaturan standard. Lakukan perubahan hanya jika diperlukan.
  • Lalu klik “Save“.
Web Redirect Non-WWW Menuju WWW
  • Kembali klik lagi “Add new record“.
  • Lalu isikan:
  • “Type“: “CNAME”
  • “Host“: “www”
  • “Points to“: “ghs.google.com”
  • Setelah itu klik “Save“.
Pengaturan CNAME Bagi WWW
  • Kemudian kembali klik lagi “Add new record“.
  • Dan isikan:
  • “Type“: “CNAME”
  • “Host“: “4ljmslrhd6mk” (Isian nomor 3 pada langkah A.5.)
  • “Points to”: “gv-mztbeulfuelfjk.dv.googlehosted.com” (Isian nomor 4 pada langkah A.5.)
Tambahan :
Boleh mengisi A Record. Klik tab A Records kemudian klik tombol Add A Record,
Isi text box Destination IPv4 Address dengan IP 216.239.32.21 klik tombol Add Record. Ulangi langkah untuk mengisikan IP 216.239.34.21, 216.239.36.21, dan 216.239.38.21.

Harap diperhatikan bahwa isian pengaturan akan berbeda-beda, maka lakukan pengisian seperti yang diminta Blogspot.

C. Verifikasi Pengaturan Di Blogspot

Setelah pengaturan DNS selesai maka silahkan menunggu Masa Propagasi. Kemudian kembali lakukan langkah A.1 hingga A.4,  Pastikan kembali bahwa semua pengaturan sudah benar dan akurat. Dan jika memang sudah benar dan akurat, maka kemungkinan sedang masa propagasi. Silahkan menunggu hingga 72 jam dan ulangi kembali langkah-langkah pengaturan di Blogspot nya.
Demikian pula meskipun langkah-langkah sudah sukses tetapi alamat blog belum bisa diakses dengan nama domain sendiri, maka itu dikarenakan masih dalam masa propagasi, silahkan menunggu hingga 72 jam dan dicoba lagi.

Kabel Jaringan LAN

When talking about cable pinouts we often get questions as to the difference in Straight-through, Crossover, and Rollover wiring of cables and the intened use for each type of cable. These terms are referring to the way the cables are wired (which pin on one end is connected to which pin on the other end). Below we will try shed some light on this commonly confused subject.

Straight-Through Wired Cables
Straight-Through refers to cables that have the pin assignments on each end of the cable. In other words Pin 1 connector A goes to Pin 1 on connector B, Pin 2 to Pin 2 ect. Straight-Through wired cables are most commonly used to connect a host to client. When we talk about cat5e patch cables, the Straight-Through wired cat5e patch cable is used to connect computers, printers and other network client devices to the router switch or hub (the host device in this instance). 



Crossover Wired Cables
Crossover wired cables (commonly called crossover cables) are very much like Straight-Through cables with the exception that TX and RX lines are crossed (they are at oposite positions on either end of the cable. Using the 568-B standard as an example below you will see that Pin 1 on connector A goes to Pin 3 on connector B. Pin 2 on connector A goes to Pin 6 on connector B ect. Crossover cables are most commonly used to connect two hosts directly. Examples would be connecting a computer directly to another computer, connecting a switch directly to another switch, or connecting a router to a router.Note: While in the past when connecting two host devices directly a crossover cable was required. Now days most devices have auto sensing technology that detects the cable and device and crosses pairs when needed.



Rollover Wired Cables
Rollover wired cables most commonly called rollover cables, have opposite Pin assignments on each end of the cable or in other words it is "rolled over". Pin 1 of connector A would be connected to Pin 8 of connector B. Pin 2 of connector A would be connected to Pin 7 of connector B and so on. Rollover cables, sometimes referred to as Yost cables are most commonly used to connect to a devices console port to make programming changes to the device. Unlike crossover and straight-wired cables, rollover cables are not intended to carry data but instead create an interface with the device.


Kamis, 26 Desember 2013

Menampilkan Hadits di Wordpress

Menampilkan Hadits di Wordpress masukan saja kode ini "src="http://id.lidwa.com/app/" height="640" width="940" allowfullscreen="" frameborder="0""  di page wordpress anda menggunakan iframe (tau kan cara penulisan code iframe?). atur tinggi dan lebar tampilan. contoh hasil :

selesai